Jelang 5 Abad HUT DKI Jakarta, Dukcapil Gelar Program Kampung Sadar Adminduk 500+ RW

Jakarta, 21 Juni 2026 – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar program Kampung Sadar Administrasi Kependudukan (KAMSA) di 500+ RW untuk menyambut HUT DKI Jakarta ke-499 yang jatuh pada 22 Juni 2026. KAMSA menjangkau dua RW dari setiap kelurahan di seluruh kota administrasi dan seluruh RW pada kelurahan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu. 

“KAMSA tahun 2026 dilaksanakan di 546 RW dari 2.749 RW, 267 kelurahan, 44 kecamatan se-DKI Jakarta. Berdasarkan data per 21 Juni 2026, capaian indikator KAMSA secara rata-rata telah mencapai 99,03 persen, yang terdiri dari KTP-el 99,90 persen, KIA (Kartu Identitas Anak) 99,49 persen, akta kelahiran 99,86 persen, akta perkawinan 98,21 persen, dan akta perceraian 97,68 persen,” jelas Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, yang akrab disapa Dewa.

Sebagai instansi penyelenggara pelayanan administrasi kependudukan (adminduk), Dukcapil memastikan data penduduk sebagai instrumen krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan sosial ekonomi data-driven policy untuk merumuskan strategi dan menentukan skala prioritas pembangunan dan menjadi dasar dalam mendapatkan akses layanan publik lainnya. 

“Menjelang usianya yang ke-500, Jakarta sedang berdiri di ambang sejarah besar. Lebih dari sekadar pergantian angka setengah milenium tahun berdirinya kota, ini adalah sebuah momentum refleksi sedalam apa kita telah melangkah, dan sejauh apa kita siap melompat sebagai kota global yang berbudaya,” ungkap Dewa.  

Di tengah megahnya pencakar langit, kilau lampu di pusat kota, jiwa Jakarta yang sesungguhnya hidup, bernapas dan bergerak di gang-gang sempit, di barisan rukun warga, di kampung-kampung. “Inilah yang melatarbelakangi kami dengan menginisiasi Kampung Sadar Adminduk, sebagai salah satu wujud komitmen Dukcapil dalam menjalankan amanah Gubernur DKI Jakarta untuk menciptakan pelayanan publik yang inklusif, responsif, kolaboratif dan transparan. Karena pembangunan yang inklusif dimulai dari fondasi yang paling mendasar, yaitu identitas warganya,” kata Dewa. 

Program ini telah bergulir sejak 2018 sebagai perwujudan nyata komitmen Dukcapil dalam melayani masyarakat berbasis citizen-centric atau pemerintahan yang berbasis pelayanan publik. KAMSA terinspirasi dari GISA (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk) yang dicanangkan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Di Jakarta, program tersebut dijalankan melalui empat pilar utama, yaitu sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemutakhiran data, sadar pemanfaatan data, dan sadar melayani.

Dewa menambahkan, “Melalui program ini, kami melakukan gerakan jemput bola menembus sekat birokrasi dengan hadir melayani warga di kampungnya, di rumahnya, hadir mengetuk  pintu, menyapa, dan menyelesaikan kebutuhan warga terkait pelayanan adminduk, memastikan tidak seorang pun tertinggal.”  Penduduk Jakarta berjumlah 10.881.514 jiwa berdasarkan data Data Konsolidasi Bersih semester 2 tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri Dirjen Dukcapil.  

Melalui kolaborasi dengan pemangku wilayah, yaitu Walikota, Camat, Lurah dan pengurus RT/RW, Dukcapil melakukan edukasi dan sosialisasi terkait dokumen kependudukan. Hesti, Ketua RW 05 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur mengatakan kehadiran KAMSA memberikan kemudahan, “Alhamdulillah, warga yang ingin mengurus dokumen adminduk dengan pelayanan jemput bola merasa terlayani di rumah sendiri.”

*Dewa memaparkan, “Kami membangun kesadaran warga akan pentingnya mengurus dokumen adminduk, dengan mendatangi langsung pemukiman warga bersama pengurus RT RW untuk melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya dokumen adminduk sekaligus melakukan pelayanan, seperti perekaman KTP-el, Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta perkawinan dan perceraian, akta kematian, juga aktivasi Identitas Kependudukan Digital.” 

Sadar administrasi kependudukan di tingkat RW adalah langkah preventif memastikan warga terdata status kependudukannya. Dengan menuntaskan adminduk di 500+ RW, DKI Jakarta sedang membangun fondasi pemutakhiran data yang akurat agar bantuan sosial tepat sasaran. Dokumen kependudukan mencerminkan siklus hidup setiap penduduk mulai dari hidup hingga wafat, yang harus dilaporkan ke Dukcapil*. 

Melalui kolaborasi dengan fasilitas kesehatan, baik puskesmas, rumah sakit pemerintah dan swasta untuk melayani warga mengurus akta kelahiran melalui program SIMPATIK (Sistem Manajemen Akta, KIA dan KK). Warga tidak perlu datang ke loket layanan lagi, karena pelayanan adminduk sudah terselesaikan di rumah sakit mitra Dukcapil. Program lainnya, yaitu PEDEKATE (Paket Dokumen Kawin Tercatat), untuk mempermudah administrasi pasca pernikahan secara agama bagi pasangan non-Muslim melalui bermitra dengan rumah ibadah. Begitu pemberkatan agama selesai, pasangan pengantin langsung mendapatkan akta perkawinan, Kartu Keluarga baru dengan status kawin tercatat dan KTP-el dengan status perkawinan baru. 

“Maka kami memberikan kado 5 abad Jakarta yang tidak hanya bersiap menjadi pusat ekonomi global berbudaya, tetapi juga sedang memantapkan diri sebagai rumah yang ramah, tertib, dan setara bagi seluruh warganya. Dari 500+ RW Kampung Sadar Adminduk, kita memulai langkah menuju setengah milenium Jakarta yang lebih bermartabat,” ujar Dewa.  

Warga Jakarta juga dapat datang ke loket pelayanan Dukcapil di kantor Lurah sesuai domisili atau dapat menghubungi call center 1500-031 atau Whatsapp “WA DJawara” 0812-120-120-31 pada hari dan jam kerja. Pelayanan tambahan setiap Jumat minggu ke-2 setiap bulan di mana jam pelayanan loket hingga pukul 19.30 WIB. Warga juga dapat mengunjungi booth Dukcapil di hall C1 Pekan Raya Jakarta (Jakarta Fair) mulai 15 Juni – 12 Juli 2026.