AKTA KEMATIAN


AKTA KEMATIAN

Pencatatan Kematian Penduduk WNI Di Wilayah RI dan Kematian Orang Asing di Daerah

Ketentuan Teknis

  1. Pencatatan kematian dilakukan terhadap:
  1. Pencatatan kematian Penduduk WNI di Wilayah RI
  2. Pencatatan Kematian WNI yang tidak terdaftar sebagai penduduk di Indonesia yang sedang berkunjung ke Daerah
  3. Pencatatan kematian OA ITAP, ITAS, dan visa kunjungan di Daerah
  4. peristiwa kematian seseorang yang hilang atau mati dan tidak ditemukan jenazahnya
  5. peristiwa kematian seseorang yang  tidak jelas identitasnya
  6. Pelaporan Pencatatan Kematian Penduduk WNI yang terjadi di Luar Negeri dan negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan kematian bagi OA, serta belum dilaporkan/dicatatkan ke Perwakilan RI, namun sudah kembali ke Indonesia.

 

  1. Pencatatan Kematian penduduk WNI di Wilayah RI dilaksanakan olehUPAK/Suku Dinas/PPS Kecamatan/Kelurahan dan loket pelayanan lainnya.

 

  1. Pelaksanaan Pelaporan Pencatatan Kematian dapat pula diajukan melalui RS/Puskesmas/Klinik Persalinan yang menolong persalinan dalam Program Pelayanan Terintegrasi.

 

  1. Permohonan Pencatatan Kematian Penduduk WNI yang belum mendapatkan Surat Keterangan Pelaporan  Kematian dari Kelurahan,diselesaikan melalui paket pelayanan Surat Keterangan Pelaporan Kematian, KK, Akta Kematian, dan KTP-el suami/isteri Almarhum.

 

Persyaratan

  1. Pencatatan Kematian Penduduk WNI di Wilayah RI, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Surat Keterangan Kematian dari Puskesmas/Surat Pemeriksaan Kematian dari RS;
  2. KK dan KTP asli dari yang meninggal;
  3. Foto kopi KTP Pelapor dan 2 orang Saksi.

 

  1. Pencatatan Kematian WNI yang tidak terdaftar sebagai penduduk di Wilayah RI dan meninggal di Daerah, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Surat keterangan peristiwa kematian dari dokter/RS/Puskesmas
  2. Dokumen perjalanan RI
  3. Nama dan identitas Pelapor dan 2 saksi pelaporan kematian

 

  1. Pencatatan kematian Orang Asing di Daerah, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  1. Surat keterangan peristiwa kematian dari dokter/RS/Puskesmas
  2. KK dan KTP-el, bagi OA ITAP
  3. SKTT, bagi OA ITAS
  4. Visa Kunjungan, bagi OA visa kunjungan
  5. Dokumen perjalanan
  6. Nama dan identitas Pelapor dan 2 saksi pelaporan kematian
  7. Tempat Pelayanan : Dinas Dukcapil Provinsi

 

  1. Pencatatan Kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  2. Surat Keterangan Kepolisian
  3. KTP-el Pelapor
  4. Tempat Pelayanan : Suku Dinas / Dinas Dukcapil

 

  1. Pencatatan kematian penduduk yang hilang dan tidak ditemukan jenazahnya atau tidak jelas keberadaannya, dilaksanakandengan memenuhi peryaratan sebagai berikut:
  2. Salinan penetapan pengadilan atau Surat Pernyataan Kematian dari Maskapai Penerbangan
  3. KK
  4. Tempat pelayanan : Suku Dinas / Dinas Dukcapil

 

  1. Pelaporan Pencatatan Kematian Penduduk WNI yang terjadi di Luar Negeri dan negara setempat tidak menyelenggarakan pencatatan kematian bagi Orang Asing, serta belum dilaporkan/dicatatkan ke Perwakilan RI, namun sudah kembali ke Indonesia, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  2. Surat Keterangan Peristiwa Kematian dari RS di Luar Negeri
  3. KK dan KTP-el
  4. Dokumen perjalanan RI
  5. fotokopi KTP-el Pemohon dan 2 (dua) orang saksi
  6. SPTJM tidak melapor ke Perwakilan RI