Akta Perkawinan


Pencatatan Perkawinan di Wilayah RI

Ketentuan Teknis :

Perkawinan yang sah menurut agama selain agama Islam dicatatkan di Service Poin Dinas/Suku Dinas/Kecamatan.

 

Pencatatan perkawinan dilakukan bagi:

  1. Perkawinan Penduduk WNI
  2. Perkawinan Penduduk WNI dengan WNI bukan penduduk
  3. Perkawinan Penduduk WNI dengan Orang Asing
  4. Perkawinan antar Orang Asing
  5. Pencatatan perkawinan yang salah satu atau kedua suami isteri meninggal dunia sebelum pencatatan perkawinan
  6. Pencatatan perkawinan yang tidak dapat dibuktikan dengan akta perkawinan
  7. Perkawinan WNI di Luar Negeri yang tidak menyelenggarakan pencatatan perkawinan bagi OA dan belum dicatatkan di Perwakilan RI

 

Pencatatan perkawinan yang salah satu atau kedua suami isteri meninggal dunia sebelum pencatatan perkawinan dan perkawinan yang tidak dapat dibuktikan dengan akta perkawinan, dilaksanakan berdasarkan Penetapan Pengadilan.

 

Pencatatan perkawinan WNI, WNI dengan WNA, antar WNA,  dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Surat pemberkatan perkawinan dari pemuka agama atau surat perkawinan Penghayat Kepercayaan yang ditanda tangani oleh Pemuka Penghayat Kepercayaan
  2. KK dan KTP-el  suami dan isteri, bagi Penduduk
  3. Dokumen Perjalanan RI/Surat Keterangan Pindah Luar Negeri, bagi WNI bukan penduduk yang berdomisili di Luar Negeri
  4. Foto berwarna suami dan isteri berdampingan ukuran 4 x 6 cm sebanyak 3 (tiga) lembar
  5. Kutipan akta perceraian atau kutipan akta kematian suami/isteri bagi mereka yang pernah kawin
  6. Pencatatan perkawinan yang tidak memiliki bukti perkawinan dikarenakan perkawinan adat maka pembuktian perkawinannya harus melalui proses Penetapan Pengadilan Negeri
  7. Identitas 2 (dua) orang saksi yang memenuhi syarat
  8. Bagi mempelai yang berusia dibawah 21 (dua puluh satu)  tahun harus ada izin dari orang tua
  9. Surat Izin Pengadilan Negeri bagi calon mempelai di bawah usia 21 (dua puluh satu) tahun, apabila tidak mendapat persetujuan dari orang tua
  10. Surat Keputusan Pengadilan Negeri yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap bila ada sanggahan
  11. Kutipan Akta Kelahiran Anak yang akan disahkan dalam perkawinan, apabila ada
  12. Akta Perjanjian Perkawinan dari Notaris yang disahkan pada saat pencatatan perkawinan oleh pegawai pencatat pada UPAK dan Suku Dinas
  13. Surat Izin dari Komandan bagi anggota TNI dan POLRI dan

 

Bagi  Orang Asing melampirkan dokumen:

  1. Dokumen perjalanan
  2. KITAP/KITAS Dokumen dari imigrasi/visa kunjungan
  3. KTP-el/KK/SKTT/Dokumen pendaftaran Orang Asing dari Dinas
  4. Surat Izin dari Kedutaan/Perwakilan dari Negara Asing

 

Pencatatan perkawinan yang salah satu atau kedua suami isteri meninggal dunia sebelum pencatatan perkawinan, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Salinan Penetapan Pengadilan
  2. KTP-el suami atau isteri yang masih hidup
  3. Dokumen perjalanan bagi suami atau isteri OA

 

Pencatatan perkawinan yang tidak dapat dibuktikan dengan akta perkawinan, dilaksanakan dengan memenuhi persyaratan:

  1. Salinan Penetapan Pengadilan
  2. KTP-el suami dan isteri
  3. pasfoto suami dan isteri
  4. Dokumen perjalanan bagi suami dan/atau isteri OA